Apakah Pendidikan Hanya Untuk Mencari Pekerjaan?

loading...

kegunaan pendidikan, apa itu pendidikan, bagaimana cara pendidikan yang baik, pendidikan untuk pekerjaan, hadist tentang pendidikan


"Nak, belajar yang rajin ya. Biar kelak kamu menjadi orang sukses dan mendapatkan pekerjaan."

Kata-kata ini biasanya di lontarkan oleh orangtua sejak kita kecil. Sehingga kata-kata ini selalu ada di dalam pikiran kita. Dan menganalisisnya dengan baik bahwa pendidikan itu hanyalah untuk mendapatkan sebuah pekerjaan.

Bukan menyalahkan orangtua, tapi hanya saja kata-kata yang ia sampaikan perlu sedikit di revisi ulang.

Pendidikan bukanlah jalan satu-satunya untuk menggapai kesuksesan dan untuk mencari pekerjaan. Banyak sekali yang beranggapan bahwa dengan pendidikanlah kita dapat mencari pekerjaan. Namun bertolak belakang dengan faktanya. Bahkan saat ini banyak sekali lulusan sarjana yang menjadi pengangguran.

Apakah ini menandakan bahwa pendidikan sama sekali tidak berfungsi? Atau ini masalah dari sistem pendidikan yang tidak terlaksana dengan baik?

Saya menulis artikel ini bukan sekedar keisingan saja, tapi saya melihat di sekitar saya bahwa banyak sekali mahasiswa yang melanjutkan pendidikan sampai ke perguruan tinggi yang mempunyai tujuan hanya untuk mencari pekerjaan.

Jika seorang mahasiswa berpikir bahwa pendidikan hanya untuk mencari pekerjaan, mau dibawa kemana tujuan pendidikan yang tercantum di dalam Undang-undang Dasar pada alinea ke-empat, yaitu yang berbunyi:

 "Mencerdaskan kehidupan bangsa"

Apa yang dimaksud dengan kata "Mencerdaskan"? Yaitu mampu menjadi pribadi yang kreatif dan memiliki keterampilan untuk membangun bangsa ini ke arah yang lebih baik.

Pendidikan hanya menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam suatu pekerjaan. Contohnya dalam recruitment lowongan pekerjaan yang mencantumkan "Minimal lulusan SMA sederajat". Namun tetap saja pendidikan bukanlah hanya untuk mencari sebuah pekerjaan.

Memang dengan pendidikan kita bisa mendapatkan dan memilih pekerjaan yang layak bagi diri kita pribadi. Namun orang yang tidak memiliki pendidikan juga mendapatkan pekerjaan yang layak, bahkan lebih sukses dari orang mengenyam pendidikan.

Kita bisa mengibaratkan seperti ini:

Orang yang berpendidikan melaksanakan pendidikannya > Orang yang tidak mengenyam pendidikan mencari pekerjaan > Lalu menciptakan pekerjaan dan memiliki perusahaan sendiri > Orang yang berpendidikan tadi lulus sarjana dan mencari pekerjaan, lalu melamar pekerjaan ke perusahaan orang yang tidak berpendidikan tadi

 Jadi, siapa yang lebih sukses?

Mengutip yang dilontarkan oleh bapak pendidikan, yaitu Ki Hajar Dewantara
Bahwa pendidikan merupakan proses pembudayaan, yakni suatu usaha memberikan nilai-nilai luhur kepada generasi baru dalam masyarakat. Tidak hanya bersifat pemeliharaan, tetapi juga dengan maksud memajukan serta memperkembangkan kebudayaan menuju ke arah keluhuran hidup kemanusiaan.

Saya sangat setuju dengan apa yang di sampaikan oleh beliau, bahwa pendidikan itu adalah bagaimana cara kita memanfaatkan ilmu kita untuk kepentingan manusia. Seperti sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, yang bersabda:

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
Sebaik Baik Manusia Adalah Yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain”

Hadist ini menunjukan bahwa Rasulullah menganjurkan umat islam selalu berbuat baik kepada orang lain dan makhluk lain. Sudah dapat kita simpul dari hadist ini, bahwa eksistensi manusia sebenarnya di tentukan dari kebermanfaatannya bagi orang lain. Adakah ia berguna bagi orang lain, atau malah sebaliknya.

Jadi pendidikan itu adalah bagaimana kita memanfaatkan ilmu yang kita dapatkan dari pendidikan yang telah kita jalani selama ini, bagaimana kita bermanfaat bagi orang lain, apa yang telah kita laukan untuk orang lain dengan ilmu kita

Pertanyaan:
Apakah ilmu kita selama kita menjalani pendidikan sudah bermanfaat bagi orang lain?

Artikel Terkait