Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Ingin Menangis Rasanya Ketika Orang Lain Lebih Tau Padang Dibandingkan Minang

Lihat Artikel
bukan padang tapi minang, bukan orang minang, bukan orang padang, padang, minang, pariaman, payakumbuah, agam, bukittinggi, minanga kanwa, minangkan indonesia, minang hits, explore minang, rumah gadang, minang sedunia, info sumbar, minang berbagi, komik minang, meme minang,
Sumber: Google Images

Nyawww - Sebelum saya merantau saya tidak pernah mendengar orang-orang menyebut orang Minang itu orang Padang. Namun, ketika saya pergi merantau saya seringkali mendengar orang-orang menyebut Minang itu Padang. Ingin rasanya saya menangis.

Saya bertemu banyak orang Minang di perantauan, entah kenapa kata "Padang" selalu di ucapkan. Pernah ketika itu saya bertemu dengan orang Minang, ia berkata seperti ini, "Urang Padang lo, da? (bahasa Indonesia: Orang Padang juga, uda?". Lalu saya menjawab "Indak, da. Awak urang Pariaman. (bahasa Indonesia: Tidak, uda. Saya orang Pariaman)".

Kenapa Padang begitu melekat di pikiran orang-orang, bahkan orang Minang asli sekalipun. Saya agak tidak suka ketika orang-orang menyebut saya orang Padang. Kenapa? Karena saya bukan orang Padang, bukan suku Padang, dan tidak tinggal di Padang. Jadi mana mungkin saya bisa mengaku-ngaku dan mengatakan "Saya Padang". Kenapa saya mempermasalahkan ini? Mari kita bahas selanjutnya.


Perbedaan Orang Padang Dengan Orang Minang

Mohon untuk mengingat ini baik-baik. Padang adalah sebuah Ibukota Provinsi Sumatera Barat. Walaupun Padang identik dengan suku Minangkabau, tapi Padang bukanlah Minangkabau. Perlu pembaca ketahui, wilayah Minangkabau bukan hanya Sumatera Barat saja, melainkan juga  separuh daratan Riau, bagian utara Bengkulu, bagian barat Jambi, pantai barat Sumatera Utara, barat daya Aceh, dan Negeri Sembilan di Malaysia.

Jadi, orang Padang ya orang Padang dan orang Minang ya orang Minang, seperti Bukittinggi, Payakumbuh, Pariaman, Pandaisikek, Painan dll.

Wilayah Minangkabau

Saya akan membahas sedikit terlebih dahulu mengenai wilayah Minangkabau. Faktor penyebab orang-orang menyebut Padang, mungkin karena tidak tau wilayah-wilayah Minangkabau. Berikut ini adalah pembagian wilayah/daerah yang termasuk Minangkabau, yaitu:

  • Daerah Darek (Luhak)
    Daerah disebut daerah asli Minangkabau, yang meliputi 3 daerah yang disebut dengan Luhak nan Tigo, yakni Luhak Tanah Datar, Luhak Agam, dan Luhak Lima Puluh Kota.
    Luhak Tanah Datar : sebagian Sawahlunto Sijunjuang, dan Solok.
    Luhak AgamLawang nan Tigo Balai, dan Nagari sakaliliang Danau Maninjau.
    Luhak Lima Puluh Kota : daerah di sepanjang Batang Sinamar, daerah sekitar gunung Sago bagian utara dan barat, seiliran Batang Lampasi dan Batang Agam, sampai ke Sipisak pisau Anyuik (Pekanbaru sekarang).
  • Daerah Rantau
    Daerah ini tempat merantau orang dahulu. Daerah rantau Minangkabau dikenal juga dengan sebutan Rantau Nan Tujuah Jurai, yaitu Rantau Kampar, Kuantan, XII Koto, Cati Nan Batigo, Negeri Sembilan, Tiku Pariaman, dan Pasaman. Daerah Tiku Pariaman dan Pasaman dikenal juga sebagai daerah pasisie.
  • Daerah Pasiesie
    Daerah ini meliputi sepanjang pantai Sumatera bagian barat. Mulai dari perbatasan daerah Minangkabau dengan daerah Bengkulu sekarang, yaitu Muko-Muko, sampai ke perbatasan Minangkabau dengan daerah Tapanuli bagian selatan.

Ketika pembaca telah mengetahui daerah-daerah Minangkabau, tidak ada alasan lagi untuk menyebut orang Minang itu orang Padang. Please atuhlah!

Telah sekian lama kerancuan ini terus bergulir, sepertinya anak-anak Ranah Minang atau orang Minang begitu santainya menerima hal seperti ini dan membenarkan saja ketika orang-orang menyebut Minang itu Padang.

Memang ini ibaratkan orang-orang menyebut orang Medan walaupun ia tidak berasal dari Medan, melainkan daerah-daerah di Sumatera Utara lainnya. Tapi bagi saya sendiri ini adalah masalah tersendiri bagi saya ketika orang-orang menganggap saya orang Padang dan bukan Minang. Seringkali saya ingin menangis rasanya akan hal seperti ini.

Ada hal lain yang membuat saya sedih lagi, yaitu:
  • Ketika orang-orang menganggap bahwa Padang sebagai suku bangsa dari Sumatera Barat.
  • Menyebut adat Padang daripada adat Minang.
  • Menyebut bahasa Padang daripada bahasa Minang.
  • Menyebut rumah makan Minang adalah rumah makan Padang

Sebernarnya kita sendiri yang tidak sadar bahwa kita sendirilah yang telah me-labelli bahwa Padang adalah Minang. Contohnyaa dapat kita lihat ketika orang Minang pergi merantau dan membuka usaha warung nasi, mereka menulis di warungnya itu "Masakan Padang" dan "Rumah Makan Padang". Padahal itu adalah masakan Minang dan bukan Padang. Alhasil yang jadi tersohor dan terkenal adalah "Padang" dan bukan "Minang". Padahal di Padang sendiri kita tidak menemukan rumah makan Padang, bukan?

Mungkin sebagian orang hal semacam ini biasa saja dan tidak perlu di bahas atau di luruskan. Tapi bagi saya ini adalah masalah. Masalah yang harus di luruskan. Karena saya agak keberatan dengan sebutan "Padang". Dan saya lebih bangga ketika saya disebut orang "Minang" dan ketika orang-orang menyebut dirinya "Orang Minang" dan bukan "Orang Padang".

Sungguh ironi bukan kalau hal semacam ini terus berlangsung? Jadi, sebenarnya kita sendirikah yang telah me-labelli atau membekokan sebutan Minang menjadi Padang? Atau kita setuju-setuju saja ketika kita disebut orang Padang dibandingkan orang Minang? Sepertinya saya agak keberatan akan hal ini.

Jadi, disini saya hanya ingin meluruskan saja. Bahwa Minangkabau bukanlah Padang. Semoga dengan artikel dari saya ini dapat memperkenalkan Minangkabau lebih jauh lagi.

Pendidikan Bukan Untuk Si Miskin Tapi Hanya Untuk Si Kaya

Lihat Artikel
pendidikan, ironi pendidikan, education money, pendidikan uang, politik pendidikan, political education, menggugat pendidikan indonesia, moh yamin, mohammad yamin, ivan illich, benny susetyo, apakah pendidikan hanya untuk orang kaya, apakah pendidikan bukan untuk orang miskin, penerimaan siswa baru


Nyawww - Pendidikan merupakan faktor penting dalam kehidupan. Tanpa pendidikan kita mungkin saja tidak akan mengenal apa-apa. Pendidikan dapat dimulai dari keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan (seperti: sekolah), dan lain-lainnya.

Pendidikan adalah faktor kebutuhan. Namun tingginya biaya pendidikan di Indonesia tidak sebanding dengan penghasilan rakyat, apalagi rakyat miskin yang tidak memiliki pekerjaan. Sehingga rakyat yang tidak mampu karena tingginya biaya pendidikan membuat ia tidak bisa menyekolahkan anaknya sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Tapi yang lebih ironisnya lagi ia tidak mendapatkan pendidikan.

"Pendidikan mahal", adalah salah satu fenomena menarik di negeri tercinta ini. Sebuah fenomena yang kita rasakan tidak pernah berakhir dan tidak ada ujungnya. Tapi, apakah patut kita sebut ini fenomena?

Ketika biaya pendidikan menjadi tinggi, ini mengartikan bahwa pendidikan bukan lagi di garap dengan serius. Sepertinya "Mencerdaskan kehidupan bangsa" hanya sebua ide atau sebuah opini belaka.

Bersinggungan dengan yang di atas, mengutip tulisan Moh Yamin dalam buku Menggugat Pendidikan Indonesia, "Kebutuhan hajat hidup orang banyak untuk menikmati pendidikan pun sangat mustahil terjadi dan bisa dirasakan semua elemen masyarakat di berbagai kelas sosial, khususnya anak-anak tidak mampu".

Benny Sustetyo mengatakan bahwa, "Ketika pendidikan mahal, maka menjadi sangat tidak mungkin bagi masyarakat miskin untuk mendapatkan akses pendidikan". Masih dengan perkataan Benny Sustetyo, "Pendidikan diselenggarakan untuk siapa? Untuk masyarakat miskin agar mereka pintar atau untuk masyarakat kaya agar semakin pintar membodohi si miskin? Atau, untuk segala lapisan masyarakat tanpa memandang mereka miskin atau tidak?".

Kita dapat melihat ketika susahnya masyarakat miskin untuk menembus pendidikan ke dalam sekolah ketika acara Penerimaan Siswa Baru (PSB) yang diadakan dan sudah menjadi rutinitas tahunan di negeri ini dari Sabang samapi Merauke. Ketika PSB banyak orangtua murid yang hidup di bawah garis kemiskinan melakukan berbagai cara agar anaknya dapat sekolah. Mulai dari menjual barang-barang berharga sampai berhutang kesana-kesini demi mendapatkan uang untuk masuk ke sekolah.

Dengan kondisi yang ironis seperti ini, apa yang kalian liat? Apakah kondisi seperti ini mengartikan bahwa pendidikan hanya untuk orang kaya dan orang miskin tidak boleh mencicipi pendidikan? Apa mungkin seperti itu?

Lalu, apakah pemerintah dan para penyelenggara pendidikan hanya diam dan menutup rapat mata dan telinga dengan kondisi seperti ini?

Sepertinya tidak ada habis-habisnya saya ingin mengutip tulisan dari Moh Yamin dalam buku Menggugat Pendidikan Indonesia, ia berkata "Dampaknya, di negeri ini sekolah hanya menjadi milik kaum bermodal atau ber-duit, sedangkan sebagian besar anak yang berasal dari keluarga miskin tidak pernah memeroleh fasilitas sama sekali untuk mendapatkan pendidikan sehingga mereka pun gigit jari di luar pagar sekolah".

Masih melanjutkan perkataan dari Moh Yamin, "Anak-anak orang kaya menggunakan seragam sekolah, masuk kelas, menikmati bangku sekolah, dan berbagai kemudahan lainnya, sementara anak orang miskin menjadi gelandangan, pengamen, pencopet, dan pelaku negatif lainnya".

Ada yang menarik dari perkataan Moh Yamin, "Fakta yang terjadi adalah pendidikan hanya dimonopoli oleh mereka yang bermodal". Lalu dalam buku Menggugat Pendidikan Indonesia, ia menuliskan pendapat Ivan Illich yang mengatakan bawah "Misi lembaga pendidikan modern sebenarnya mengabdi pada kepentingan pemilik modal dan bukan sebagai sarana pembebasan bagi kaum tertindas". Ia juga mengutip perkataan dari Francis Wahono yang mengatakan "Sistem pendidikan di negeri ini lebih berpola pada 'pendidikan model anjing'".

Masih terngiang-ngiang di dalam pikiran saya mengenai isi UUD 1945 Pasal 31, yaitu:
Ayat (1) : Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan
Ayat (2) : Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya
Ayat (3) : Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang
Ayat (4) : Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional
Ayat (5) : Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

Pertanyaannya, apakah semua ayat dalam pasal 31 itu sudah terlaksana? Jangankan semuanya, apakah dari kelima ayat dari pasal 31 itu salah satunya sudah terpenuhi?

Seperti masalah pendidikan harus menjadi evaluasi dan PR bagi pemerintah dan para penyelenggara pendidikan, yaitu masalah ketidakmerataan pendidikan dan biaya pendidikan.

Mudah-mudah pemerintah peka terhadapat apa yang sedang terjadi dengan pendidikan di negeri ini. Dan mudah-mudahn pemerintah cepat menyelesaikan masalah pendidikan dan terus meningkatkan mutu pendidikan di negeri.

Pendidikan kita tidak sedang baik-baik saja, Kawan. Kita perlu merubahnya ke arah yang lebih baik lagi.

Referensi:

  • Moh. Yamin, 2009. "Menggugat Pendidikan Indonesia".
  • Google Images

Catattan:
Maaf jika ada kesalahan pada penulisan atau informasi yang salah dari tulisan ini. Mohon untuk memberitahukan kesalahan yang terdapat pada tulisan dengan menghubungi penulis atau berkomentar. Terimakasih.

Menggugat Sistem Pendidikan Indonesia Yang Hanya Menjadi Dekorasi Belaka

Lihat Artikel
sistem pendidikan indonesia, sistem, pendidikan, indonesia, anak ipa pintar, anak ips bodoh, anak ipa bodoh, anak ips pintar, pengertian pendidikan menurut undang-undang, undang-undang sitem pendidikan, menggugat pendidikan indoesia, sistem pendidikan indonesia yang salah, bagaimana seharusnya guru efektif itu, guru efektif
Sumber gambar: Google Images

Pendidikan menurut Undang Undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 1 yaitu, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Sedangkan menurut Romo Mangun Wijaya, pendidikan adalah proses awal usaha untuk menumbuhkan kesadaran sosial pada setiap manusia sebagai pelaku sejarah. Lain halnya dengan Ary H. Gunawan, ia berpendapat bahwa pendidikan dapat diartikan sebagai proses sosialisasi, yaitu sosialisasi nilai, pengetahuan, sikap, dan keterampilan(Moh. Yamin, 2009. "Menggugat Pendidikan Indonesia", hal.16-17)

Betapa ruwetnya sampai saat ini permasalahan soal pendidikan, salah satunya bisa kita lihat dari kurikulum. Sampai hari ini belum ada titik temunya adalah otonomi kurikulum pendidikan. Seharusnya, kurikulum pendidikan yang sudah diotonomi oleh pemerintah pusat dapat memberikan ruang penuh kepada pihak sekolah dan pemerintah daerah untuk menentukan sendiri kurikulum yang akan dijalankan di daerah masing-masing.

Selama ini kita lihat sistem pendidikan Indonesia sangatlah bagus, itupun hanya dilihat dari dekora-dekorasi yang tersusun dalam berbagai kata, namun kenyataannya bagaimana? Sistem dan konsep tentang pendidikan itu hanya ditumpuk dalam tulisan-tulisan kertas, tetapi tidak diamalkan secara konkret dan nyata.

Bangsa Indonesia, di dunia manapun, dikenal dengan konsep Pancasila-nya yang disebut santun, ramah, dan lain seterusnya. Namun, hal tersebut hanyalah sebuah slogan semata yang tidak menjadi sebuah kenyataan. Berbagai konflik melanda negeri Indonesia ini, baik itu masalah suku, agama, ras, maupun adat, banyak sekali terjadi. Pendidikan sebagai sebuah alat untuk membangun karakter, yang diwujudkan dalam perilaku dan sikap, hanyalah sebuah isapan jempol belaka.(Moh. Yamin, 2009. "Menggugat Pendidikan Indonesia", hal.25)

sistem pendidikan indonesia, sistem, pendidikan, indonesia, anak ipa pintar, anak ips bodoh, anak ipa bodoh, anak ips pintar, pengertian pendidikan menurut undang-undang, undang-undang sitem pendidikan, menggugat pendidikan indoesia, sistem pendidikan indonesia yang salah, bagaimana seharusnya guru efektif itu, guru efektif

Apa yang salah dengan sistem pendidikan kita? Mari kita cari tau bersama. Jangan ragu untuk menyampaikan opini Anda.


Kurangnya Sarana Belajar Yang Menyebabkan Keterbatasan Kegiatan Belajar Mengajar

Fasilitas sangat menunjang kelangsungan kegiatan belajar mengajar. Jika peserta didik telah memiliki tekad yang kuat untuk belajar, namun sedangkan fasilitas masih kurang, tentunya akan sia-sia.

Ini sangat perlu sekali menjadi perhatian bagi pemerintahan dan pemerintah harus sadar dan membuka mata lebar-lebar apa yang tengah terjadi dengan fasilitas-fasilitas yang ada di setiap sekolah di Indonesia, dan tentunya pemerintah juga harus peka terhadapat kasus seperti ini.

Jangan hanya mengutamakan sekolah-sekolah elite yang ada di perkotaan saja, tetapi lihat juga nasib peserta didik yang tinggal di pelosok desa yang kekurangan akan sarana dan fasilitas.

Berbagai Peraturan di Sekolah Yang Terlalu Mengikat Siswa

Memang, di dunia harus ada peraturan dan sanksi. Tetapi tidak harus terlalu mengikat. Faktanya dapat kita lihat bersama, peraturan yang di terapkan di berbagai sekolah-sekolah cenderung mengikat siswa. Walaupun peraturan dibuat untuk mengatur siswa agar tertib. Namun, tidaklah harus mengikat dan tidak juga membiarkan siswa terlalu bebas. Siswa boleh saja diberi kebebasan, namun haruslah sesuai dengan norma-norma yang berlaku.

"Malu Bertanya, Sesat Dijalan"

Pepatah yang sangat bagus. Seharunya pepatah ini harus diadabtasi untuk sistem pendidikan kita. Namun, kenyataan berpihak lain. Hampir disetiap sekolah guru tidak menanamkan soal "Bertanya". Padahal ini sangat bagus untuk kelangsungan peserta didik.

Kenyataan yang kita lihat sampai saat ini adalah anak-anak disuruh duduk rapi dengan melipatkan tangan di atas meja. Seolah-olah ini mengartikan bahwa sang anak dipaksa untuk mendengarkan guru seperti khotbah jum'at sampai guru selesai berkhotbah.

Bertanya merupakan salah satu cara agar siswa mudah memahami dan mengingat pelajaran yang diberikan oleh guru.

Sekolah Menjadi Kewajiban dan Bukanlah Keinginan Dari Si Peserta Didik

Seperti yang telah ditetapkan oleh pemerintah bahwa anak Indonesia wajib belajar 12 tahun. Ini kelihatan seperti memaksa. Selama 12 tahun kita dipaksa untuk belajar. Memang belajar adalah yang terbaik dan mampu membawa kita ke masa depan yang lebih baik, tapi apakah kita harus memaksa anak-anak untuk belajar selama 12 tahun?

Karena kata "wajib" yang saya rasakan adalah sebuah kata "paksaan". Karena sebuah paksaan akan menghasilkan sesuatu yang tidak baik. Kita dapat melihatnya ketika anak-anak SD berteriak pada saat jam istirahat dan jam pulang sekolah. Coba kalian bedakan teriakannya.


Pihak Atas Lebih Mementingkan "Nilai" Daripada Proses Akhir Belajar

Ini adalah salah satu yang menjadikan sistem pendidikan kita carut-marut. Batas nilai KKM menjadikan siswa, orangtua, dan guru hanya terfokus kepada suatu target semu. Siswa menjadi pengejar nilai dan bukan manjadi pengejar hasil belajar yang baik karena akibat batas nilai KKM tersebut.

Contohnya dapat kita lihat dari UN yang hanya mengujikan beberapa mata pelajaran saja. Ini menjadikan siswa hanya mempelajari mata pelajaran yang di UN-kan saja tanpa memerhatikan pembelajaran lain, seperti agama dan akhlak.


Membuat Kesalah Dihukum Dengan Embel-embel "Demi Kebaikan Agar Intropeksi Diri"

Kita sudah tidak asing lagi dengan hukuman yang terjadi di sekolah ketika salah satu murid membuat kesalahan, misalnya tidak membuat Tugas atau PR (Pekerjaan Rumah). Pasti kita yang sudah menyelesaikan sekolah juga pernah mengalaman kejadian seperti ini. Apakah kita hanya diam saja dengan sistem yang seperti ini?

Seharunya kesalah bukan untuk disalahkan kembali atau dihukum dengan embel-embel "demi kebaikan". Seorang guru yang efektif seharusnya tidak memberikan hukuman kepada muridnya ketika sang murid membuat kesalahan.

Guru yang efektif adalah guru yang mampu memperbaiki kesalahan murid tanpa harus memberikan hukum. Memberikan hukuman sama membuat sang murid menjadi kesal, alhasil si murid akan menyimpan dendam karena merasa telah dipermalukan di depan teman-temannya karena di hukum.

Saat ini mencari guru efektif sangatlah susah.

Presepsi Yang Mengatakan Anak IPA Itu Pintar dan Anak IPS Bodoh

Kita tidak asing lagi dengan kata-kata yang mengatakan "Anak IPA itu pintar dan anak IPS itu bodoh". Kenapa bisa ada persepsi sebuah kata-kata yang seperti ini? Padahal kita sama-sama menjalankan sebuah pendidikan, dan bukankah pendidikan itu mencerdaskan? Kenapa anak IPS dikatakan bodoh?

Atau mungkinkah ini disebabkan karena perbedaan pembelajaran? Atau karena ketika anak IPA lulus dan mereka memiliki prospek kerja yang lebih baik karena jurusannya? Kita bisa melihat ini bahwa jurusan IPA dan IPS sengaja diciptakan untuk membuat perbedaan.

Jika memang pendidikan itu untuk mencerdaskan, tidaklah perlu membuat perbedaan jurusan seperti ini.

Pendidikan di negeri ini berjalan di tengah kegelapan antah-berantah dan akhirnya terjebak pada kebusukan dan pembusukan nilai-nilai pendidikan. Rumitnya, pendidikan tersebut berjalin kelindan dengan pemerintah yang tidak serius memberikan arah yang jelas terhadap apa yang seharusnya diinginkan pendidikan nasional, yaitu arah yang sebangun dengan tujuan pendidikan nasional.

Sistem-sistem pendidikan yang selama ini kita lihat sepertinya hanya menjadi sebuah dekorasi atau pajangan belaka. Apa kita akan tetap bertahan dengan sistem seperti ini?

Catattan:
Maaf jika ada kesalahan pada penulisan atau informasi yang salah dari tulisan ini. Mohon untuk memberitahukan kesalahan yang terdapat pada tulisan dengan menghubungi penulis atau berkomentar. Terimakasih.

Mendefinisikan Ulang Pendidikan Dengan Kajian Politik Pendidikan

Lihat Artikel
pendidikan, politik pendidikan, sistem pendidikan, apa itu politik pendidikan, menggugat pendidikan indonesia
Sumber: Google Images

Bangsa ini, ya, Indonesia. Negeri tercinta dengan berjuta kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sedang menunggu lahirnya orang-orang yang berkualitas dan menunggu pendidikan yang mampu mencerdaskan, membawa kehidupan bangsa yang beradab, berdaya saing tinggi, berkualitas, dan mandiri.

Namun sayang, pendidikan di negeri tercinta ini selalu diwarnai dengan kepentingan politik petinggi-petingginya yang tidak bertanggungjawab. Sehingga pendidikan di negeri kita tercinta ini tidak mampu melakukan hal-hal yang konstruktif.

Pendidikan saat ini berada di dalam penjara kekuasaan, iya, kekuasaan politik, sehingga tidak bisa meningkatkan kualitas bangsa ini. Apa contohnya? Contohnya yaitu lahirnya beberapa kebijakan pendidikan yang cukup elitis dan merugikan bangsa ini. Era Orde Baru membawa pendidikan demi kepentingan para pemodal.

Beranjak dari hal yang kita bahas di atas, apasih sebenarnya pendidikan itu? Pendidikan adalah sebuah media yang mampu mencerdaskan kehidupan bangsa dan membawa bangsa ini pada era aufklarung (pencerahan). Selain itu tujuan pendidikan juga untuk membangun nilai-nilai kepintaran, kepekaan, dan kepedulian. Pendidikan juga merupakan tonggak untuk mengatasi kemiskinan pengetahuan, menyelesaikan persoalan dan segala permasalahan.

Menurut Romo Mangun Wijaya, pendidikan adalah proses awal usaha untuk menumbuhkan kesadaran sosial pada setiap manusia sebagai pelaku sejarah.(Moh. Yamin, 2009. "Menggugat Pendidikan Indonesia". p.15)

Lain halnya dengan Ary H. Gunawan, ia berpendapat bahwa pendidikan dapat diartikan sebagai proses sosialisasi, yatu sosialisasi nilai, pengetahuan,sikap, dan keterampilan.(Moh. Yamin, 2009. "Menggugat Pendidikan Indonesia". p.17)

Politik Pendidikan dan Pembentukan Karakter Bangsa

Politik adalah suatu cara atau metode memengaruhi orang ata pihak lain untuk mencapai tujuan kelompok.(Moh. Yamin, 2009. "Menggugat Pendidikan Indonesia". p.19)

Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Selain itu politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles).(sumber: wikipedia online)

Menurut Ki Supriyoko (Moh. Yamin, 2009. "Menggugat Pendidikan Indonesia". p.20), ada 4 definisi mengenai politik pendidikan, yaitu:

  1. Politik pendidikan adalah metode memengaruhi pihak lain untuk mencapai tujuan pendidikan
  2. Politik pendidikan lebih berorientasi kepada bagaimana tujuan pendidikan dapat dicapai
  3. Politik pendidikan berbicara mengenai metode untuk mencapai tujuan pendidikan
  4. Politik pendidikan berbicara mengeni sejauh mana pencapaian pendidikan sebagai pembentuk manusia Indonesia yang berkualitas

Dengan adanya politik pendidikan yang jelas, maka konsep pendidikan yang akan dibentuk dan dicapai pun akan berada dalam bangunan konsep yang tepat, kuat, dan kokoh. Namun, apabila saat ini masih banyak kebijakan pendidikan yang tidak mencerahkan dan justru menjadi pendidikan sebagai proyek komersialisasi tertentu, ini lebih dikarenakan politik pendidikan yang dijalankan oleh pemerintah cenderung lebih memihak kepada golongan tertentu.

Oleh karenanya, membentuk karakter bangsa merupakan sebuah keniscayaan yang perlu dilakukan apabila bangsa ini berkehendak menjadi bangsa yang beradab dan berbudaya. Pendidikan sebagai sebuah langkah tegas pembentuk karakter perlu dan wajib dilakukan.


Ralasi Politik Pendidikan dan Pembangunan Karakter Bangsa

Politik pendidikan berupaya membangun sebuah kesadaran yang lebih menitikberatkan pada kesadaran terbuka untuk memikirkan pendidikan. Oleh karena itu, bila dikatitkan dengan pembangunan karakter bangsa, maka keterkaitan ini bersangkut paut antara keduanya.

Pengaruh besar politik pendidikan terhadup pembangun karakter bangsa adalah pendidikan diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang memiliki konsistensi dalam perjuangan untuk memikirkan persoalan-persoalan bangsa.

Oleh karenanya, politik pendidikan memiliki peran penting bagi keberhasilan pembentukan karakter bangsa yang mantap dan baik.

Pengaruh Politik Pendidikan Terhadap Karakter Bangsa

Pengaruh politik pendidikan terhadap karakter bangsa adalah terbangunnya bangsa yang bermatabat, berwibawa, dan sebagainya. Mengutip pendapat Ki Supriyoko, pendidikan adalah metode memengaruhi pihak lain utnuk mencapai tujuan pendidikan, berorientasi bagaimana tujuan pendidikan dapat dicapai, bagaimana metode mencapai tujuan pendidikan, sejauh mana pencapaian pendidikan karena pendidikan merupakan  alat pembentuk manusia Indonesia yang berkualitas, penyangga ekonomi nasional, pembentuk bangsa berkarakter, dan lain sebagainya.(Moh. Yamin, 2009. "Menggugat Pendidikan Indonesia". p.54)

Referensi dan sumber:
  • Moh. Yamin, 2009. "Menggugat Pendidikan Indonesia".
  • Wikipedia Online
  • Google Images


Catattan:
Maaf jika ada kesalahan pada penulisan atau informasi yang salah dari tulisan ini. Mohon untuk memberitahukan kesalahan yang terdapat pada tulisan dengan menghubungi penulis atau berkomentar. Terimakasih.

6 Pertanyaan Yang Bakalan Kamu Temui Ketika Jadi Mahasiswa Baru

Lihat Artikel
mahasiswa baru, ospek, pertanyaan mahasiswa, pertanyaan senior, pertanyaan dosen kepada mahasiswa, pertanyaan orang-orang sekitar kepada mahasiswa baru, seputar kampus, seputar perguruan tinggi, seputar universitas, pertanyaan kritis mahasiswa, kosan mahasiswa, harga kosan mahasiswa, jurusan mahasiswa, skripsi mahasiswa, kapan wisuda, kapan nyusun skripsi


Nyawww - Bukan hal mudah menjadi mahasiswa baru, apalagi jadi mahasiswa undangan dan diterima di perguruan tinggi bergengsi. Menjadi mahasiswa baru butuh perjuangan yang benar-benar berat dan dengan usaha yang keras.

Setelah berhasil melewati beberapa pertanyaan dari lembar jawaban ujian untuk di terima di perguruan tinggi, kamu nantinya akan di suguhkan lagi pertanyaan-pertanyaan ketika jadi mahasiswa baru.

Biasanya pertanyaan-pertanyaan itu ditanyakan oleh teman-teman sesama mahasiswa baru (maba), kakak tingkat atau senior dan orang-orang terdekat kamu.

Berikut adalah 6 Pertanyaan Yang Bakalan Kamu Temui Ketika Jadi Mahasiswa Baru yang bakalan Nyawww bahas secara mendapat sedalam lautan.

1. Nanyain Jurusan Kamu


Jurusan apa lu, bro?

Pertanyaan seperti ini sering sekali di jumpai oleh mahasiswa baru. Ketika awal-awal ospek pasti kamu bakalan langsung nemuin pertanyaan seperti ini. Pertanyaan seperti ini wajar untuk di tanyakan kepada mahasiswa baru.

Bukan awal-awal ospek saja kamu akan menemui pertanyaan ini, sampai kapanpun kamu akan mendapatkan pertanyaan ini, seperti saat kamu bertemu teman lama, saat kamu pulang kampung, dan saat kamu melamar calon istri.

2. Nanyain Dimana Kosan


Ngekos dimana, bro?

Biasanya kalau soal kosan sering sekali ditanyain ketika kamu sudah memulai perkuliahan dan bertemu dengan teman-teman se-jurusan kamu. Yah, mereka bertanya kadang hanya sekedar bertanya, kadang untuk mencari teman sekosan.

3. Nanya Harga Kosan


Berapa per/tahun kosan lu, bro?

Setelah nanyain dimana kosan, pasti dia nanyain harga dari kosan kamu. Nanya mulai dari harga sampai ke fasilitas yang ada di kosan kamu.

4. Nanyain Asal Kamu


Lu asli mana, bro?

Ketika lagi asyik-asyiknya ngobrol, pertanyaan seperti bakalan keluar dari salah satu teman kamu yang kepo banget dengan asal tempat tinggal kamu. Ya, nama juga mahasiswa, kan beda-beda daerah, adat, ras, dan agama.


5. Nanya Bisa atau Nggaknya Bahasa Daerah Setempat


Bisa bahasa daerah sini nggak, bro?

Kalau pertanyaan yang satu ini biasanya keluar ketika si penanya sudah tau asal kamu. Biasanya yang nanya seperti ini untuk mengetahui kamu bisa atau nggaknya bahasa daerah tersebut, supaya ketika lagi ngobrol bareng dia bisa mem-filternya.

6. Nanya Kapan Wisuda


Kapan wisuda, bro?

Uppss~ Maaf, poin terakhir ini tidaklah termasuk. Hehehe.

Itulah 6 Pertanyaan Yang Bakalan Kamu Temui Ketika Jadi Mahasiswa Baru. Kamu sering mendapatkan pertanyaan yang mana? Atau ada pertanyaan lain yang sering kamu temui? Jangan lupa di share di komentar ya.

5 Hal Yang Biasa di Lakukan Mahasiswa Saat Tahun Baru

Lihat Artikel
tahun baru 2017, happy new year 2017, kegiatan mahasiswa di tahun baru, mahasiswa baru, perayaan tahun baru, tempat-tempat tahun baru keren asyik bagus, apa yang bagus keren asyik di lakukan saat tahun baru


Nyawww - Tahun baru berarti bakalan ada mahasiswa baru lagi. Tapi saya tidak akan membahas tentang mahasiswa baru. Tapi saya bakalan bahas mengenai apa yang biasanya dilakuin mahasiswa di tahun baru.

Ketika tahun baru datang, sejumlah mahasiswa akan merencanakan apa yang bakalan mereka lakukan saat tahun baru. Di tahun baru ada mahasiswa yang sibuk dengan pestanya, ada juga yang sibuk dengan belajar untuk ujian, dan ada juga yang bermalas-malasan.

Berikut ini adalah 5 Hal Yang di Lakukan Mahasiswa Saat Tahun Baru yang bakalan Nyawww bahas dari yang menyenangkan sampai yang tidak menyenangkan dan dari yang penting ke yang tidak penting, berikut:

1. Pulang ke Kampung Halaman dan Ngumpul Bareng Keluarga

Biasanya tahun baru bertepatan dengan libur kuliah. Ini adalah salah satu kesempatan bagi mahasiswa untuk pulang kampung dan bertemu dengan keluarga sekalian merayakan tahun baruan bersama. Dan juga untuk memperbaiki gizi dari si mahasiswa dengan menikmati masakan orangtua.

2. Ngumpul Bareng Teman

Biasanya sebelum tahun baru datang, sebagian mahasiswa pasti bakalan merencanakan bersama teman-temannya apa yang bakalan mereka lakukan nantinya di tahun baru. Biasanya tahun baru identik dengan bakar-bakar dan bermain kembang api.

3. Pergi ke Warnet Main Paket Malam

Biasanya kegiatan seperti ini rata-rata dilakukan oleh cowok. Dan biasanya pada tahun baru banyak sekali games online yang menawarkan event-event yang menarik dan Limited Edition pada games tersebut. Nah, ini adalah kesempatan bagi pecandu games online untuk berburu event-event menarik itu.

4. Tidur

Bukan berarti tidur saat tahun baruan tidak memiliki teman atau pacar. Jangan negatif thinking dulu dengan kegiatan yang satu ini, mungkin si mahasiswa lagi lelah karena selama ini sibuk dengan kegiatan kampusnya.


5. Sholat Tahajud

Kegiatan yang satu ini sangat mulia sekali, mungkin saja si mahasiswa melakukan sholat tahajud berdoa untuk cepat wisuda dan mendapatkan pasangan secepatnya. Amin.

Itulah 5 Hal Yang Biasa di Lakukan Mahasiswa Saat Tahun Baru. Nah, apa rencamu tahun baru kali ini? Jawab di komentar ya. Dan jangan lupa share ke teman-temanmu.

4 Keuntungan Kalau Kamu Gabung Organisasi Mahasiswa Daerah Kamu di Kampus

Lihat Artikel
organisasi mahasiswa, organisasi mahasiswa daerah, organisasi daerah, kampus, unversitas, university, perguruan tinggi,


Nyawww - Organisasi sangatlah penting di kalangan mahasiswa, karena organisasi menjadi penghubung antara mahasiswa dengan mahasiswa.lainnya. Organisasi dan mahasiswa adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan bagaikan dua sisi mata uang.

Oragnisasi daerah mahasiswa adalah sekumpulan mahasiswa yang berasal dari satu daerah yang sama yang memiliki tujuan yang sama. Sungguh sangat di sayangkan, organisasi jenis ini sudah sangat jarang sekali diminati di kalangan mahasiswa, karena di anggap organisasi jenis ini kurang menunjang masa depan di bandingkan organisasi formal yang di anggap lebih memiliki masa depan yang cerah.

Sungguh sangat di sayangkan, padahal organisasi mahasiswa daerah memiliki fungsi sebagai pemersatu sesama mahasiswa perantau. Berikut ini adalah 4 Keuntungan Kalau Kamu Gabung Organisasi Mahasiswa Daerah Kamu di Kampus:


1. Mendapatkan Keluarga Baru

Mengingat fungsinya organisasi mahasiswa daerah, yaitu sebagai pemersatu sesama mahasiswa perantau, keuntungan yang lainnya adalah kamu mendapatkan keluarga baru, keluarga sesama perantau dari daerah yang sama, bahasa yang sama, dan budaya yang sama.

Ketika kamu bergabung dengan organisasi mahasiswa daerah kamu, kamu akan merasakan sesuatu yang beda yang tidak kamu temui di organisasi manapun, yaitu suatu keluarga baru yang dapat menjadi teman, sahabat, dan rekan-rekan seperjuangan dalam menggapai asa.

2. Mendapatkan Teman-Teman Seperantauan

Tidak berbeda jauh dengan keluarga baru, di dalam organisasi mahasiswa daerah kamu juga mendapatkan teman yang baru. Teman yang bisa di ajak sharing dengan sesama bahasa daerah.


3. Tidak Kehilangan Bahasa Daerah Kita

Kadang mahasiswa rantau itu lupa dengan bahasa daerah asalnya, karena sudah terbiasanya menggunakan bahasa rantaunya. Dengan bergabung organisasi mahasiswa daerah kamu dapat terus menggunakan bahasa daerah kamu dan tidak melupakannya.


4. Berkesempatan Memperkenalkan Budaya Daerah Dari Daerah Kita

Mengingat budaya daerah yang semakin pudar, ini adalah kesempatan bagi mahasiswa daerah untuk memperkenalkan budaya daerahnya di perantauan. Organisasi mahasiswa daerah bukan hanya sekedar untuk kumpul-kumpul sesama perantau daerah, tetapi diharapkan dapat dapat memberikan manfaat untuk daerahnya, seperti memperkenalkan budaya daerahnya masing-masing.

Setalah membaca 4 Keuntungan Kalau Kamu Gabung Organisasi Mahasiswa Daerah Kamu di Kampus, diharapkan mahasiswa perantauan terus mengembangkan organisasi mahasiswa daerahnya di kampusnya.

5 Tempat di Kampus Yang Menjadikan Kamu Mahasiswa Banget

Lihat Artikel
tempat-tempat yang di sukai mahasiswa di kampus, tempat-tempat di kampus yang asyik, keren, menyenangkan, mahasiswa aktivis, pusat kegiatan mahasiswa, auditorium kampus, perpustakaan kampus, ruang kelas kampus, tempat nongkrong mahasiswa di kampus


Nyawww - Kampus bukanlah tempat yang membosankan. Sebagian mahasiswa sering sekali menganggap kampus adalah tempat yang membosankan, apalagi ketika ketemu dosen yang kerjaannya ngasih tugas terus.

Tempat-tempat yang sering di kunjungi mahasiswa dan tempat-tempat yang di sukai mahasiswa itu adalah kantin dan lokasi tempat tersedianya wifi gratis. Tapi kedua tempat itu tidak menjadikan kamu mahasiswa banget.

Nah, kali ini Nyawww bakalan ngasih tau kamu 5 Tempat di Kampus Yang Menjadikan Kamu Mahasiswa Banget dan wajib untuk kamu kunjungi, karena tempat-tempat ini akan merubah masa depan kamu nantinya.

Berikut ini adalah 5 Tempat di Kampus Yang Menjadikan Kamu Mahasiswa Banget:

1. Ruangan Kelas

Tidak sedikit mahasiswa menganggap ruangan kelas sangat membosankan, apalagi bertemu dengan dosen yang tiap hari ngasih tugas terus. Tapi kamu jangan ngaku mahasiswa kalau kamu tidak pernah atau jarang mengunjungi ruangan kelas. Karena ruang kelas adalah tempat wajib yang harus kamu kunjungi biar ngerasa mahasiswa banget.

Selain itu, ruang kelas juga menjadi tempatnya gudang ilmu bagi mahasiswa. Dimana di ruangan kelas ini kamu akan mendapatkan ilmu yang hebat dari dosen-dosen yang hebat. Ruangan kelas juga menjadi tempatnya tongkrongan mahasiswa, dimana ia bertemu dengan teman-teman se-gengnya.

2. Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM)

Tempat yang satu ini bakalan menjadikan kamu mahasiswa banget deh. Tempat ini biasanya dipenuhi oleh mahasiswa-mahasiswa yang aktif di dalam organisasi. Biasanya PKM menjadi basecamnya atau tempat tongkrongannya anak-anak yang bergelut di organisasi. Mereka menghabiskan banyak waktunya disini, seperti untuk rapat organisasi, kumpul anggota organisasi, atau hanya sekedar nongkrong-nongkrong biasa. Banyak sekali mahasiswa yang kumpul di PKM sampai larut malam, bahkan ada juga yang sampai pagi.

Mahasiswa yang aktif di organisasi biasanya di sebut aktivis. Biasanya seorang aktivis di kenal banyak oleh kalangan mahasiswa kampus karena ke aktifannya dalam berorganisasi.

3. Perpustakaan

Selain ruangan kelas yang menjadi tempat membosankan bagi sebagian mahasiswa, perpustakaan adalah salah satu tempat yang membosankan bagi sebagian mahasiswa. Tapi ini adalah salah satu tempat yang menjadikan kamu mahasiswa banget. Karena di tempat ini kamu akan menemukan buku-buku yang sangat luar biasa yang tidak dapat kamu temui di tempat manapun.

Di dalam perpustakaan banyak sekali tersaji buku-buku yang dapat menambah ilmu kamu sebagai mahasiswa. Tempat ini biasanya digunakan mahasiswa untuk mencari informasi-informasi untuk tugas kampus. Tidak sedikit juga yang menjadikan perpustakaan menjadi tempat refleksi diri, karena di dalam perpustakaan yang suasananya sangat hening.

Selain itu, perpustakaan juga menjadi tempat spot wifi terbaik bagi mahasiswa. Biasanya spot wifi terbaik itu ada di perpustakaan. Dengan suasana yang tenang dan ditambah wifi gratis, ini menjadikan surganya mahasiswa.

4. Auditorium

Biasanya mahasiswa suka males kalau menghadiri acara-acara yang ada di kampus. Nah, di Auditorium inilah banyak sekali terdapat acara-acara hebat-hebat. Biasanya auditorium paling banyak di isi oleh kegiatan mahasiswa, baik itu kegiatan formal maupun non-formal. Salah satu kegiatan terpenting disini adalah tempat dilaksanakannya wisuda. Pokoknya tempat ini menjadikan kamu mahasiswa banget deh.


5. Musholla / Masjid

Tempat yang satu ini sangat wajib banget untuk kamu kunjungi bagi mahasiswa muslim. Jangan ngaku mahasiswa muslim dan jangan ngaku keren kalau kamu jarang mengunjungi tempat yang satu.

Gimana? Sudah kebayang belum gimana rasanya kalau kamu mengunjungi tempat-tempat keren tersebut? Itulah 5 Tempat di Kampus Yang Menjadikan Kamu Mahasiswa Banget. Apa kamu sudah merasa menjadi mahasiswa yang seutuhnya? Share di komentar ya. Dan jangan lupa share juga artikel ini ke sosmed kamu.